Dunia ini penuh cinta, baik cinta terhadap sesuatu yang konkret maupun yang abstrak. Semua manusia pasti mengalami cinta, tidak terkecuali orang yang dekat kepada Allah SWT. Mencintai dengan sungguh-sungguh berarti hidup dengan sungguh-sungguh, dan orang yang menjalani kehidupan tanpa cinta belum benar-benar menjalani kehidupan manusia dengan sepenuhnya. Walhasil, hakikat cinta adalah tidak adanya penghalang antara dia dan kekasihnya, sehingga tidak ada satu pun yang terdapat dalam hatinya kecuali kekasihnya. Dalam Islam, cinta paling tinggi ialah kecintaan orang yang beriman kepada Allah SWT dan Nabi SAW. Sebagaimana pendapat al-Ghazali: “Semakin kuat cinta seorang hamba kepada tuhannya, maka semakin kecil di sisinya sesuatu yang dicintainya, semakin lemah cintanya hamba kepada tuhannya, maka semakin besar dan tersebar apa yang dicintainya”.
