Terbitnya buku saku berjudul “Dalil Tahlil” ini bukan hanya diperlukan bagi warga NU saja, tapi juga untuk seluruh umat Islam di Indonesia, khususnya para penganut akidah Ahlussunnah Wal Jamaah yang hingga hari ini masih tetap istiqamah menjalankan tradisi keberagamaan yang lurus dan benar seperti yang dicontohkan salafus-shalih.
Paparan dalil dalam buku saku ini, saya kira sudah cukup memberi bukti bahwa acara tahlil maupun kegiatan keagamaan lainnya yang biasa dilakukan warga NU umat Islam Ahlussunnah Wal Jamaah, telah sesuai dengan syariat Islam. Lebih dari itu, penjelasan yang ringkas dan padat dalam buku ini sudah membuktikan bahwa apa yang selama ini dinilai bid’ah dan tidak berdasar, ternyata penilaian itu tidak benar.
Dengan kata lain, segala amalan yang telah diwariskan para ulama salafus shalih, yang itu baik dan bermanfaat, maka perlu dilestarikan dan diamalkan. Sebab, warisan mereka juga warisan Nabi Muhammad saw yang perlu kita ikuti, dan pastinya semua warisan itu berpijak pada al-Qur’an dan Sunnah.
Semoga buku saku ini dapat menjadi pedoman dalam beramal ibadah dan bermanfaat untuk selamanya. Amin.
