Memimpin Sepenuh Hati

Pemimpin, sebagaimana ka’bah harus dicintai sepenuh hati oleh mereka yang dipimpinnya. Jika hal demikian berhasil dibangun, maka tugas-tugas yang terkait dengan bidang yang dipimpinnya, akan bisa dijalankan dengan mudah. Para pengikut akan melakukan apa saja yang disenangi oleh pemimpinnya. Hubungan pengikut dan pemimpin bukan lagi bersifat transaksional, melainkan terbangun atas dasar kecintaannya yang penuh. Pemimpin mencintai rakyat yang dipimpin, dan sebaliknya rakyat akan mencintai pemimpinnya sedemikian rupa.  Antara pemimpin dan yang dipimpin memiliki ikatan emosional yang tinggi. Karenanya, apa yang menjadi garis kebijakannya dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas.
Ketika memimpin dengan hati, maka orang dibuat gembira, hatinya lapang, dibangun cita-cita atau harapan bahwa ada sesuatu yang lebih mulia yang ingin diraih secara bersama-sama. Cara inilah yang melahirkan keikhlasan.  Dengan cara itu, orang akan bekerja secara ikhlas, dalam arti tidak hanya dimotivasi oleh uang dan/atau peraturan. Bekerja bersama-sama dengan pemimpin seperti ini tidak akan merasa terpaksa, tetapi justru sebaliknya, yaitu mendapatkan  kegembiraan dan kepuasan.
GM13002
MEMIMPIN SEPENUH HATI
Penulis: Imam Suprayogo
(Peraih Rekor MURI, Rektor Menulis di Website Tanpa Jeda)
ISBN: 978-602-14421-2-8
Tebal: xviii + 272 hlm
Ukuran:15 x 23 cm
2013
Rp. 60.000,-

Copyright © 2026 Genius Media