Sosialisasi Peran dan Fungsi Perpustakaan: Membaca Itu Gaya Hidup

Sosialisasi Peran dan Fungs Perpustakaan

Kulon Progo, DIY—Semua
bersepakat kalau perpustakaan memegang kunci maju mundurnya peradaban
suatu bangsa. Di samping peran tersebut, perpustakaan juga berperan
dalam mendukung pendidikan. Tidak hanya koleksi buku pelajaran tapi juga
buku-buku yang bersifat pengayaan yang menunjang proses kegiatan
belajar mengajar sehingga memperluas wawasan dan pola pikir anak.

Kalau
yang menjadi ukuran sejauh mana kualitas manusia suatu bangsa mungkin
bisa menengok apa yang telah dilakukan Negara Jepang. Di Negeri Matahari
Terbit itu, kita banyak menjumpai masyarakat yang sudah terbiasa
melakukan aktivitas membaca di segala waktu luang. Di halte bus, stasiun
kereta, bandara maupun taman-taman kota, masyarakat Jepang sudah
terbiasa menjalaninya. Restorasi Meiji yang dilakukannya di masa lalu
kini banyak memberikan hasil. Jepang menjadi negara yang hebat di
segala bidang.

“Karena itu kegemaran membaca harus terus
ditingkatkan. Dengan membaca kita memperoleh berbagai macam ilmu
pengetahuan dan teknologi sehingga mampu bersaing di tingkat dunia.
Membaca, membuka jendela dunia,” tutur Bupati Kulonprogo dr H Hasto
Wardoyo SpOG(K) dalam talkshow sosialisasi peran dan fungsi Perpustakaan
di Gedung Kaca, Wates, Rabu (5/11). Bupati Hasto melanjutkan,
perpustakaan bagi masyarakat Kulon Progo amat penting karena selama ini
akses tersebut masih terbatas.

Negara Jepang sudah menjadikan
membaca sebagai gaya hidup (life style). Kenapa kita tidak berbuat
serupa, tanya aktris Cornelia Agatha. Aktris yang populer berperan
sebagai ‘Sarah’ dalam sinetron lawas Si Doel Anak Sekolahan mengaku
mencoba menerapkan hal tersebut bersama ke-2 anaknya. Bahkan, ia selalu
mengajak anaknya ke toko buku, mencari buku yang disukai. Orang tua
tetap harus memonitor buku yang menjadi pilihan anak agar sesuai dengan
perkembangan pola pikirnya. “Justru saya lebih khawatir dengan kondisi
perkembangan teknologi saat ini,” ujarnya. Anak-anak bisa mudah
mengakses konten-konten yang kalau tidak diawasi bisa merusak pola
pikirnya.

Ada sebuah ungkapan, “Kamu adalah apa yang kamu
baca”. Jadi, seorang yang terbiasa membaca akan terlihat beda. Seorang
yang memiliki banyak ilmu dari yang dibaca, akan mudah menerima hal baru
yang positif, inovatif, penuh gagasan, mudah memahami perbedaan pikir,
dan bijak memecahkan masalah.

Bupati Hasto juga mengingatkan pada
para orang tua untuk mengajari anaknya membaca sejak dini. peran
keluarga amat penting karena sejak kecil anak diasuh dan dididik di
lingkungan keluarga. Setelah itu, peran pendidikan juga fundamental
dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Nah, peran
pemerintahlah yang memfasilitasi kegiatan perpustakaan dalam menunjang
peran dan fungsi perpustakaan agar selalu eksis, diminati masyarakat,
dan bukan sekedar menjadi tempat buku.

Kepala Perpusnas Sri
Sularsih mengatakan kalau sudah saatnya menjadikan perpustakaan sebagai
sahabat terbaik bagi keluarga Indonesia. Tidak semua masyarakat bisa
mengakses ilmu pengetahuan melalui pendidikan formal, tapi semua orang
bisa memanfaatkan perpustakaan. Karena perpustakaan adalah tempat
belajar sepanjang hayat (long life learning). “Lewat perpustakaan,
masyarakat bisa berkreatifitas,” kata Sri Sularsih.

Saking
pentingnya perpustakaan, Pemkab Kulon Progo memindahkan gedung
perpustakaan di lokasi baru yang lebih representatif, berada di pusat
pemerintahan. Di harapkan sudah bisa ditempati mulai tahun depan sambil
pembenahan areal taman rakyat Wono Winulang yang berada di sebelah
gedung perpustakaan yang akan difungsikan sebagai taman rakyat usai.
Niatan tersebut ternyata mendapat dukungan besar dari DPRD Kabupaten
Kulon Progo. “Jadi, perpustakaan tidak hanya menjadi pusat studi ilmu
penhgetahuan saja, dengan adanya taman maka masyarakat Kulon Progo bisa
semakin nyaman melakukan aktivitas baca, ujar Ketua DPRD Kabupaten Kulon
Progo Akhid Nuryati.

Keseriusan DPRD terhadap laju kembang
perpustakaan juga terlihat dukungan alokasi dana. DPRD Kabupaten Kulon
Progo sepenuhnya akan mendukung dana perpustakaan karena itu menyangkut
aspek pendidikan di dalamnya. Masyarakat berhak untuk itu.
Mari, Jadikan Perpustakaan Sebagai Sahabat Terbaik Keluarga Indonesia

Sumber: Hartoyo Darmawan
(http://www.pnri.go.id/BeritaAdd.aspx?id=174)
Copyright © 2026 Genius Media