Salemba, Jakarta—Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) melahirkan beberapa perangkat genggam (handheld device) melahirkan inovasi-inovasi cemerlang. Perpustakaan digital atau yang dikenal dengan sebutan digital library merupakan salah satu produk pengembangan perpustakaan berbasis TIK melalui pengembangan koleksi elektronik yang disajikan dalam bentuk web dan portal web.
Dasar itulah yang kemudian melatarbelakangi Perpusnas menyelenggarakannya Sosialisasi Web Site dan Portal Tematik, Selasa, (17/6). Sosialiasi website dan Portal tematik Perpusnas merupakan kegiatan rutin yang setiap tahun diadakan.
Kepala Pusat Pengembangan Koleksi dan Pengolahan Bahan Pustaka Perpusnas Titik Kismiyati mengatakan hingga tahun 2014, Perpusnas telah memiliki 42 situs dan portal web tematik yang terus dikembangkan. ‘Situs web yang terkait dengan kelembagaan sebanyak 20 situs, dan portal web tematik sebanyak 22 portal’, ujarnya.
Melalui layanan perpustakaan berbasis website dan portal web diharapkan masyarakat dapat mengakses koleksi Perpusnas tanpa perlu mengunjungi secara fisik. Di samping itu keberadaan koleksi secara elektronik dapat dengan mudah diakses dimana saja dan kapan saja. Seperti ‘etalase’ sebuah toko, representasi dari halaman web Perpusnas mencerminkan apa yang ada di dalam Perpusnas.
Situs portal Perpustakaan Digital Nasional Indonesia (PDNI) merupakan pintu gerbang dalam menghimpun khasanah budaya yang ada di seluruh Tanah Air. Situs web yang sudah termaktub antara lain, kepustakaan kepresidenan, dokumentasi sastra Indonesia, dokumentasi perfilman, web candi Indonesia, kepustakawanan.
PDNI adalah jaringan kerja sama perpustakaan yang beranggotakan berbagai jenis perpustakaan di Indonesia, yang bekerja sama untuk menyediakan berbagai bahan perpustakaan yang bernilai budaya tinggi dalam bahasa Indonesia dan berbagai bahasa daerah di Tanah Air agar dapat diakses publik melalui sebuah web.
PDNI juga merupakan alat untuk mempromosikan pemahaman dan kesadaran antarbudaya dalam lingkup nasional, menyediakan sumber belajar, mendorong ketersediaan bahan perpustakaan dan informasi yang mengandung nilai budaya setempat (local content), dan mendukung penelitian ilmiah. Peran Perpusnas disini hanya sebagai fasilitator.
Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh 300 peserta yang terdiri dari mahasiswa, guru, pustakawan sekolah, perwakilan pustakawan dari kementerian/lembaga, dan masyarakat.
(sumber: pnri.go.id)