Guru Monyet; Bukan Guru Biasa


Buku ini adalah sketsa perjalanan guru menuju tangga keprofesionalan. Disajikan dalam bentuk cerita yang enak dibaca, tidak membosankan lalu dirangkum menjadi kalimat-kalimat petuah dari dan untuk guru. Sungguh apik. Saya paling suka membaca bagian PESAN SANG GURU, sebagai kesimpulan yang punyai nilai mendalam. Membaca buku ini sepertinya kita diajak pelan-pelan mendaki jenjang-jenjang guru dari Mu’allim, Mu’addib sampai ke tingkat
Murabbiy. Selamat membaca.

 

MUNIF CHATIB 
Penulis buku-buku pendidikan best seller: Sekolahnya Manusia, Gurunya Manusia, Orangtuanya Manusia, Sekolah Anak-anak Juara,

 

Kelasnya Manusia

 

Buku ini diakhiri dengan cerita yang berjudul Guru Pelacur. Para pembaca mungkin akan kaget, tidak percaya, dan protes  ketika membaca  judul yang tidak biasa ini (demikian juga dengan saya), kemudian langsung ingin membaca. Dan setelah membaca, bisa terjadi pembaca akan merasa sesak di dada karena sedih, kemudian meneteskan air mata merasakan perjuangan, penderitaan, dan malapetaka yang dialami oleh tokoh cerita  yang menjadi guru  dan melacurkan diri demi cita-citanya untuk memberikan kesempatan para siswanya untuk bersekolah. Mungkin juga pembaca akan marah dengan pejabat, orang kaya yang berlaku sewenang-wenang, tidak jujur, tidak ikhlas dalam memberikan bantuan walaupun itu untuk membangun sekolah agar siswa bisa belajar dengan baik. Semoga ini hanya cerita saja, bukan kejadian sesungguhnya. Dalam cerita ini, kita diingatkan bahwa niat yang mulia seharusnya juga dilaksanakan dengan cara yang mulia juga. 
 

Dr. Sri  Rejeki Urip, M.Hum
Dosen Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Negeri Semarang
 
 
Penulis: Astvat-ereta
Editor: Abdul Halim Fathani
ISBN: 978-602-70243-2-8
Tebal: xix + 296 hlm
Ukuran: 13,5 x 20,5 cm
Cetakan: 2014
Rp. 55.000,00

 

 

Copyright © 2026 Genius Media